19 Warga Asing Jadi Korban Tewas Tragedi Halloween Itaewon

19 Warga Asing Jadi Korban Tewas Tragedi Halloween Itaewon

rekomendasi.co.id – Sebanyak 19 warga negara asing termasuk di antara korban tewas dalam tragedi Halloween Itaewon di Korea Selatan, Sabtu (29/10/2022).

Badan Pemadam Kebakaran Nasional Korea Selatan mengatakan kepada Kantor berita AFP pada Minggu (30/10/2022), bahwa jumlah korban tewas dalam tragedi Halloween Itaeown telah meningkat menjadi 151 orang, termasuk 19 orang asing.

Mereka tewas dalam kerumunan massa dan desak-desakan yang terjadi pada Sabtu sekitar pukul 22.00 (13.00 GMT).

Badan Pemadam Kebakaran Korea Selatan tidak dapat segera memberikan rincian informasi tentang asal negara dari korban warga asing tersebut.

Namun, Kantor berita Yonhap melaporkan bahwa mereka termasuk orang-orang dari Iran, Uzbekistan, China, dan Norwegia.

Tanggapan Presiden Korea Selatan

Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol mengumumkan masa berkabung nasional pada Minggu atas tragedi Halloween Itaewon .

Dia mengatakan Pemerintah Korea Selatan akan membayar perawatan medis bagi mereka yang terluka dan pemakaman korban meninggal.

“Di pusat kota Seoul, sebuah tragedi dan bencana terjadi yang seharusnya tidak terjadi,” kata Yoon dalam pidato nasional.

Tragedi itu terjadi di distrik Itaewon di ibu kota Seoul, di mana laporan lokal mengatakan sebanyak 100.000 orang yang kebanyakan adalah berusia remaja dan 20-an, pergi untuk merayakan Halloween.

Mereka memadati gang-gang sempit dan jalan-jalan berliku di daerah itu.

“Dari korban tewas, 97 orang di antaranya adalah perempuan dan 54 orang adalah laki-laki, kata Choi Seong-beom,” kata kepala Pemadam Kebakaran di Yongsan, yang mencakup Itaewon, Yonhap.

Choi mengatakan 82 orang mengalami luka, di mana 19 orang di antaranya mengalami luka parah.

Berbeda dengan apa yang disampaikan Chou, Kementerian Dalam Negeri Korea Selatan mengatakan 150 orang terluka dalam tragedi Halloween Itaewon.

“Orang pendek seperti saya bahkan tidak bisa bernapas,” kata seorang saksi mata perempuan kepada Kantor berita Yonhap.

“Sepertinya orang-orang di tengah paling menderita,” ucap dia tentang tragedi halloween Korea itu.