77 Ibu Hamil Dapat Bantuan Anti Stunting dari Pemprov Jatim

77 Ibu Hamil Dapat Bantuan Anti Stunting dari Pemprov Jatim

JawaPos.com–Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membagikan bantuan paket pencegahan stunting kepada 77 ibu hamil di Pendopo Kabupaten Sidoarjo, Minggu (30/10). Pemberian bantuan itu sejalan dengan upaya pencegahan stunting pemprov bersama pemkab/pemkot Jawa Timur.

Tidak hanya untuk bayi dan balita, bantuan juga ditujukan kepada ibu hamil untuk pencegahan stunting yang dimulai sejak bayi masih dalam kandungan. Gubernur Khofifah membagikan bantuan paket pencegahan stunting kepada 77 ibu hamil juga memperingati HUT ke-77 Provinsi Jatim.

Paket bantuan itu berupa uang tunai dari Baznas Jatim Rp 250.000, paket perlengkapan bayi, dan paket sembako. Gubernur mengatakan, pemberian bantuan kepada ibu hamil menjadi upaya pencegahan stunting yang dimulai sejak bayi masih dalam kandungan. Sebab pencegahan stunting tidak cukup dilakukan ketika anak sudah lahir.

”Pemberian bantuan kepada ibu hamil ini diharapkan menjadi bagian pencegahan stunting yang dimulai sejak bayi dalam kandungan. Dimana pemenuhan gizi selama masa kehamilan ini menjadi sangat penting,” kata Khofifah.

Sebab, menurut dia, 1.000 hari pertama kehidupan adalah masa-masa yang penting dalam tumbuh kembang seorang anak. ”Dimulai sejak masih dalam kandungan, 1.000 hari pertama menjadi periode emas dalam pembentukan baik organ tubuh sampai dengan kecerdasan anak, tambah Khofifah.

Khofifah mengatakan, upaya penanggulangan stunting pada ibu hamil di Jatim dilakukan dengan memberikan PMT (pemberian makanan tambahan) bagi ibu hamil dan pemenuhan gizi selama kehamilan. Serta dilakukan melalui upaya memenuhi kecukupan zat besi dan folat selama kehamilan dengan memberikan suplementasi TTD (tablet tambah darah) kepada seluruh ibu hamil.

”Jadi ibu-ibu hamil tadi sebagian besar usia kandungannya sudah sekitar 7 bulan. Artinya sudah di trimester ketiga. Kami berharap gizinya tercukupi dengan baik, sehingga ibunya sehat, bayinya sehat dan diberi kemudahan kelancaran sampai dengan proses kelahiran semua sehat selamat,” papar Khofifah.

Menurut Khofifah, upaya pencegahan stunting membutuhkan sinergi dan kolaborasi semua pihak, termasuk koordinasi lintas program dan lintas sektor terkait tim percepatan penurunan stunting secara rutin. Selain itu koordinasi kegiatan aksi konvergensi penurunan stunting harus dimulai dari tingkat desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota dan provinsi.

“Peran serta organisasi kemasyarakatan, perguruan tinggi, organisasi profesi dalam penanganan stunting sangat penting. Termasuk juga pemantauan tumbuh kembang balita secara rutin setiap bulan, pemberian imunisasi dasar lengkap bagi bayi, dan pemberian suplemen bagi balita,” kata Khofifah.

Khofifah menambahkan, stunting terjadi karena asupan gizi seimbang belum terpenuhi dan penyakit infeksi berulang. Dalam menangani masalah stunting, pemberian asupan menu gizi seimbang dan memberikan stimulasi tumbuh kembang pada balita menjadi salah satu hal yang penting.

”Dengan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita secara rutin dan berkala masyarakat diminta untuk melakukan deteksi dini melalui pemantauan tumbuh kembang secara rutin di posyandu,” tutur Khofifah.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Rafika Rachma Maulidini


Artikel ini bersumber dari www.jawapos.com.