AS Janjikan Pertahanan Militer Penuh Bagi Jepang dan Korsel Dalam Hadapi Korut

AS Janjikan Pertahanan Militer Penuh Bagi Jepang dan Korsel Dalam Hadapi Korut

Amerika Serikat akan menggunakan kemampuan militer sepenuhnya, “termasuk pertahanan nuklir, konvensional dan rudal,” untuk membela sekutu-sekutunya, Jepang dan Korea Selatan, kata Wakil Menteri Luar Negeri AS Wendy Sherman, Selasa (25/10), saat ia memperingatkan Korea Utara agar tidak meningkatkan provokasi.

Sherman mengatakan penembakan berulang rudal balistik dan artileri Korea Utara dalam beberapa pekan terakhir adalah tindakan militer yang provokatif. Korea Utara menggambarkannya sebagai latihan penggunaan senjata nuklir taktis.

”Ini sangat tidak bertanggung jawab, berbahaya, dan tidak stabil,” kata Sherman dalam pembicaraan di Tokyo dengan Wakil Menteri Luar Negeri Pertama Korea Selatan Cho Hyungdong. Kedua pejabat itu bertemu menjelang pertemuan tiga arah dengan rekan Jepang mereka pada hari Rabu.

Ini akan menjadi pertemuan langsung kedua dari tiga pejabat itu sejak presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol yang konservatif menjabat pada Mei, dan menandai adanya peningkatan dalam hubungan yang sulit antara Jepang dan Korea Selatan.

Setahun yang lalu, wakil menteri Jepang dan Korea Selatan menolak untuk berpartisipasi dalam konferensi pers bersama setelah pembicaraan tiga arah di Washington, dan membuat Sherman tampil sendirian di hadapan media.

Sherman mengatakan Korea Utara perlu memahami bahwa komitmen AS terhadap keamanan Korea Selatan dan Jepang adalah “sangat tinggi”.
“Dan kami akan menggunakan berbagai kemampuan pertahanan AS untuk membela sekutu kami, termasuk kemampuan pertahanan nuklir, konvensional dan rudal,” katanya.

Wakil Menteri Luar Negeri Pertama Korea Selatan Cho Hyundong dalam perteuan dengan Wakil Menteri Luar Negeri AS Wendy Sherman di Kedutaan Besar Korea Selatan untuk Jepang, Selasa, 25 Oktober 2022. (AP/Hiro Komae)

Cho, selama pembicaraannya dengan Sherman, mengemukakan kekhawatiran bahwa kebijakan senjata nuklir baru Korea Utara yang diadopsi pada bulan September meningkatkan kemungkinan penggunaan senjata nuklir secara sewenang-wenang.

”Ini menciptakan ketegangan serius di Semenanjung Korea,” kata Cho.
Sebelumnya Selasa, Sherman bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri Jepang Takeo Mori dan menegaskan kembali penguatan lebih lanjut dari aliansi Jepang-AS dan tujuan bersama lainnya, termasuk denuklirisasi penuh Korea Utara dan tanggapan bersama mereka terhadap tindakan China yang semakin tegas di wilayah tersebut.

Menteri Pertahanan Jepang Yasukazu Hamada baru-baru ini mengatakan Korea Utara diyakini telah berhasil meminiaturisasi hulu ledak nuklir sementara secara signifikan meningkatkan kemampuan rudalnya dengan mendiversifikasi teknologi peluncurannya sehingga mempersulit penangkalannya. [ab/uh]

Artikel ini bersumber dari www.voaindonesia.com.