Benjolan di Payudara: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Benjolan di Payudara: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya
Lindungi keuanganmu dari pengeluaran yang terlalu membebani akibat mahalnya biaya berobat di rumah sakit dengan asuransi kesehatan. Beli asuransi kesehatan di Lifepal dengan premi mulai dari Rp50 ribu.

Penyebab benjolan di payudara

Penyebab benjolan di payudara sangat beragam tergantung jenis yang dialami. Berikut ini ada penjelasan mengenai jenis benjolan di payudara dan hal yang menyebabkannya.

1. Kista

Jenis benjolan payudara yang umum terjadi adalah kista payudara. Kista adalah benjolan atau kantong yang berisi cairan yang terbentuk karena penumpukan cairan di dalam kelenjar payudara. Kondisi ini dikaitkan dengan perubahan hormon wanita saat siklus menstruasi.

Kamu bisa memiliki satu kista atau lebih di satu atau kedua payudara. Benjolan di payudara karena kista umumnya berbentuk bulat atau lonjong, teraba lunak dan bisa digerakkan saat disentuh.

Kista di payudara bisa menyebabkan rasa sakit dan biasanya semakin memburuk saat mendekati waktu menstruasi.

Jika kamu merasakan benjolan seperti ini di payudara kanan maupun kiri, tenang. Kista payudara ini tidak meningkatkan risiko kamu terkena kanker payudara karena bersifat jinak.

2. Payudara fibrokistik

Benjolan payudara jenis ini terjadi akibat perubahan abnormal pada jaringan fibrosa dalam kelenjar payudara. Kondisi ini paling banyak dialami wanita berusia 30 – 50 tahun.

Benjolan di payudara jenis ini biasanya terasa padat dan terkadang disertai dengan rasa sakit atau nyeri dan memburuk saat menstruasi. Namun kondisi ini tidak bersifat ganas kok.

Penyebab benjolan payudara jenis ini belum diketahui pasti, namun diduga kuat dikarenakan perubahan hormon estrogen saat siklus menstruasi.

3. Fibroadenoma

Benjolan di payudara yang tumor jinak ini paling sering dialami oleh wanita berusia 20 – 30 tahun. Fibroadenoma terbentuk dari jaringan payudara dan jaringan ikat yang bisa muncul di satu atau kedua payudara. 

Kondisi ini juga diduga terkait dengan hormon estrogen atau penggunaan pil KB sebelum berumur 20 tahun.

Benjolan ini dapat bergerak jika disentuh dan tidak berpotensi menjadi kanker.

4. Nekrosis lemak

Benjolan jenis disebabkan oleh kerusakan kelenjar lemak di payudara. Kondisi ini umumnya diakibatkan oleh cedera, baru menjalani prosedur bedah pada payudara seperti mastektomi dan juga efek samping radioterapi.

Benjolan jenis ini teksturnya keras dan terasa sakit jika disentuh. Namun benjolan ini umumnya tidak meningkatkan risiko terkena kanker payudara.

5. Papiloma intraduktal

Benjolan berupa tumor jinak ini umumnya berukuran kecil dan muncul di dalam duktus (saluran yang menyalurkan ASI yang sudah diproduksi dari kelenjar susu ke puting).

Tumor ini terbentuk dari kelenjar, jaringan fibrosa dan pembuluh darah. Benjolan di payudara ini paling sering terjadi pada wanita berusia 35-55 tahun.

Hingga kini belum diketahui pasti penyebab benjolan jenis ini. Namun ada dugaan jika penggunaan kontrasepsi hingga riwayat keluarga dapat menyebabkan kondisi ini.

6. Lipoma

Benjolan payudara jenis ini merupakan benjolan lemak yang tumbuh lambat di bawah kulit. Bukan hanya di payudara, benjolan ini bisa tumbuh di bagian tubuh mana pun, seperti leher hingga perut.

Benjolan ini lebih sering dialami wanita berusia 40-60 tahun dan tidak berbahaya karena tergolong tumor jinak.

7. Mastitis

Benjolan di payudara kanan atau kiri karena mastitis umumnya dialami oleh ibu menyusui. Namun kondisi ini juga bisa terjadi pada wanita dan pria pada umumnya.

Kondisi mastitis ini terjadi karena adanya peradangan pada jaringan payudara yang terkadang disertai dengan infeksi. Peradangan ini disebabkan oleh penyumbatan pada duktus.

Benjolan jenis ini juga bisa disebabkan oleh bakteri yang masuk ke payudara. Bakteri bisa berasal dari permukaan kulit maupun mulut bayi yang kemudian masuk ke payudara lewat luka di puting atau lubang puting.

8. Kanker payudara

Benjolan di payudara ini merupakan yang paling berbahaya. Gejalanya bisa berupa benjolan yang tidak hilang meski sudah selesai menstruasi, benjolan membesar dengan cepat hingga ada perubahan pada kulit payudara dan puting, serta perubahan abnormal pada payudara lainnya.

Cara pengobatannya

Umumnya benjolan di payudara yang jenisnya jinak tidak memerlukan penanganan. Bahkan dalam beberapa kasus benjolan dapat hilang sendiri.

Namun saat benjolan di payudara terasa nyeri, hal ini tentunya bisa mengganggu kenyamanan aktivitas sehari-harimu. Selain itu jika benjolan semakin membesar, rasa nyeri semakin memburuk dan ada cairan keluar dari puting, maka sebaiknya kamu segera memeriksakan diri ke dokter.

Pasalnya cara pengobatannya tergantung pada jenis benjolan yang kamu alami. Beberapa cara menghilangkan benjolan di payudara yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut.

  • Pemberian antibiotik dan pereda nyeri seperti ibuprofen atau paracetamol untuk benjolan jenis mastitis.
  • Pemberian pil KB untuk menurunkan kadar hormon estrogen.
  • Lumpektomi atau operasi pengangkatan benjolan di payudara untuk benjolan berdiameter kurang dari 5 cm.
  • Aspirasi jarum halus atau fine-needle aspiration yaitu proses mengeluarkan cairan dari benjolan kista di payudara menggunakan jarum khusus.
  • Krioterapi atau terapi beku dilakukan dengan menyuntikkan nitrogen cair ke tumor untuk membekukannya dan menghancurkan sel abnormal di dalamnya.
  • Prosedur bedah, kemoterapi, terapi radiasi, maupun kombinasi dari beberapa prosedur tersebut dapat dilakukan untuk mengatasi benjolan di payudara yang berupa kanker.

Estimasi biaya pengobatan benjolan di payudara

Tergantung jenis benjolan payudara yang kamu miliki, biaya pengobatannya pun bervariasi. Selain itu biaya pengobatan benjolan di payudara yang tergolong ganas atau berbahaya juga bergantung pada pemilihan rumah sakit, apakah menggunakan BPJS atau asuransi kesehatan.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut ini adalah estimasi biaya pengobatan benjolan di payudara yang perlu kamu ketahui.

  • Biaya konsultasi dokter spesialis poliklinik mulai dari Rp 150.000
  • Pembelian antibiotik dan pereda nyeri seperti ibuprofen atau paracetamol mulai dari Rp5.000 untuk satu strip ibuprofen, sedangkan untuk antibiotik tergantung yang diresepkan dokter.
  • Pil KB untuk menurunkan kadar hormon estrogen berkisar mulai dari Rp15.000. Namun untuk penanganan ini tetap memerlukan resep dari dokter.
  • Biaya USG payudara untuk deteksi mulai dari Rp 300.000.
  • Biaya kemoterapi per sesi berkisar Rp550.000 – Rp5.000.000
  • Radioterapi atau terapi radiasi untuk kanker payudara sekitar Rp. 20.000.000 untuk kurang lebih 20 kali tindakan radiasi
  • Prosedur bedah payudara biasanya berkisar Rp40.000.000 hingga Rp 50.000.000.
  • Cryosurgery atau krioterapi biayanya bervariasi tergantung kondisi benjolan di payudara kamu. Biayanya mulai dari Rp500.000 hingga Rp20.000.000.
  • Terapi hormon  berkisar Rp 100.000 hingga Rp10.000.000

Semua biaya yang disebutkan di atas tergantung dengan rumah sakit yang dipilih, jenis benjolan di payudara yang dialami serta tingkat keparahannya.

Tips mencegah benjolan di payudara

Dalam berbagai kasus, benjolan payudara tidak dapat dicegah karena disebabkan oleh perubahan hormon yang tidak bisa kita kontrol. Namun kamu pun diharapkan dapat menyadari jika ada perubahan pada payudara masing-masing.

Agar tidak sampai mengalami kondisi ini, berikut ada tips mencegah benjolan payudara yang bisa kamu mulai praktekkan adalah sebagai berikut.

  • Melakukan SADARI (periksa payudara sendiri) di rumah
  • Melakukan SADANIS (pemeriksaan payudara klinis) dengan tenaga medis terlatih
  • Tidak merokok
  • Mengonsumsi makanan sehat
  • Berolahraga secara rutin
  • Istirahat yang cukup
  • Kelola stres dengan baik

Penting punya asuransi kesehatan

Biaya pengobatan benjolan di payudara tergolong tidak murah, terutama jika sudah terdeteksi sebagai kanker payudara. Tapi kanker payudara termasuk dalam kategori penyakit yang ditanggung dalam asuransi kesehatan lho!

Kamu bisa menambah manfaat asuransi kesehatan yang mengcover kanker, seperti asuransi penyakit kritis misalnya. Dengan begini kamu telah melindungi diri dengan asuransi jika sewaktu-waktu didiagnosa dengan penyakit berbahaya; bukan cuma benjolan di payudara saja tapi juga penyakit kritis lainnya.

Dengan memiliki asuransi kesehatan, kamu tidak perlu bingung soal biaya pengobatan dan perawatan nantinya karena kamu bisa mendapatkan santunan sesuai dengan perjanjian yang tertera di polis asuransi. Hal ini tentunya akan membuat proses penyembuhan kamu lebih efektif dan bebas khawatir karena ada asuransi yang bisa dipakai.

Jadi jangan tunda untuk segera miliki asuransi kesehatan ya! Kalau kamu bingung memilih asuransi kesehatan mana yang juga mengcover kanker, kamu berkonsultasi dulu di Tanya Lifepal!

Persiapkan dana darurat

Selain asuransi, kamu sebaiknya juga mulai menyiapkan dana darurat untuk berjaga-jaga apabila membutuhkan dana cepat. Sebab, kita tidak pernah tahu akan ada musibah apa ke depannya nanti. Jadi, sebaiknya miliki dana darurat sekarang. Hitung kebutuhan dana daruratmu dengan kalkulator di bawah ini. 

FAQ seputar benjolan di payudara

Apakah benjolan di payudara pertanda kanker payudara?

Pertama-tama, kamu jangan panik terlebih dahulu karena sebagian besar benjolan di payudara sifatnya jinak atau non kanker. Jadi tidak semua benjolan di payudara itu adalah tanda kanker. Untuk memastikannya, kamu bisa memeriksakan diri ke dokter untuk menjalankan serangkaian tes dan mendapatkan diagnosis yang tepat.

Baik wanita maupun pria punya resiko memiliki benjolan di payudara ya. Namun penyebabnya bisa beragam.

Tergantung jenis dan kondisi benjolan di payudara, biaya yang perlu dikeluarkan pun beragam. Mulai dari ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah untuk satu tindakan.

Tentu saja ada. Hal ini karena kanker tergolong sebagai penyakit kritis sehingga kamu bisa memilih asuransi penyakit kritis untuk melindungi diri.

Kamu bisa membeli asuransi kesehatan kemudian menambah manfaat asuransi kritis untuk bisa mengcover biaya pengobatan kanker payudara.

Artikel ini bersumber dari lifepal.co.id.