News  

Bertepatan Sumpah Pemuda, Sahabat Merayakan Ultah Ganjar Pranowo

Bertepatan Sumpah Pemuda, Sahabat Merayakan Ultah Ganjar Pranowo

JawaPos.com – 28 Oktober menjadi tanggal yang sangat berkesan bagi para pemuda. Setiap tanggal itu para pemuda memperingati Sumpah Pemuda, sebagai tanda bersatunya para pemuda tanah air membangun bangsa Indonesia.

Pada momentum yang sama para sahabat merayakan ulang tahun Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Mereka menamakan diri sebagai Sahabat Ganjar.

Tepat pada hari ini, Ganjar Pranowo genap berusia 54 tahun. Para Sahabat Ganjar itu merayakan tokoh yang dikenal dengan rambut berwarna putih itu di kawasan Lapangan Arjuna, Dieng, Jawa Tengah.

Ketua DPW Sahabat Ganjar Jawa Tengah Parikesit Sosrodihadjo mengatakan, dia dan rekan-rekannya menggelar kegiatan sosial berupa pembagian sembako, doorprize, dan pemotongan tumpeng. “Selamat ulang tahun, Pak Ganjar Pranowo. Sehat selalu dan selalu dilimpahkan berkah oleh Allah SWT,” ujar Kesit kepada JawaPos.com, Jumat (28/10).

Gus Khayatul Makki selaku Dewan Pembina Sahabat Ganjar mengucapkan hal serupa. Dia mendoakan orang nomor satu di Jawa Tengah itu dilimpahkan kesehatan.

Di tempat lain, Ganjar Pranowo menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Alun-Alun Wonosobo, Kabupaten Wonosobo, Jateng.

Dalam amanatnya, Ganjar menceritakan program SMKN Jateng yang digratiskan untuk siswa tidak mampu. Pada 2022 Ganjar membuka 15 SMKN Jateng semiboarding di berbagai Kabupaten/Kota untuk siswa kurang mampu.

Sejumlah prestasi pernah ditorehkan SMKN Jateng. Di antaranya peringkat II versi LPMPT Tahun 2020 jenjang SMKN dan Swasta se-Indonesia.

Kemudian ranking 6 nasional dan 2 tingkat provinsi Ujian Nasional (UN) tahun 2017. Lalu 10 Besar Nasional UN 2018 dan peringkat 2 nasional UTBK Nasional, serta berbagai gelar juara non-akademik di 400 kejuaraan tingkat daerah, provinsi, dan nasional.

Ganjar menceritakan kisah salah satu murid SMKN Jateng yang bernama Fajar Jaka Surya, warga asal Kabupaten Pemalang yang kesulitan ekonomi. Dia kesulitan ekonomi karena sang ibu hanya seorang buruh berpenghasilan Rp 23 ribu per minggu dengan tanggungan 4 anak.

Fajar yang baru lulus SMP tidak berani bermimpi melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Semuanya berubah ketika Fajar mengetahui program gratis SMKN Jateng.

“SMK Negeri Jateng boarding school yang semua biayanya gratis. Biaya hidup ditanggung pemerintah, seragam, sepatu, sekolah, semuanya sampai makan. Akhirnya dia mendaftarkan dan diterima,” kata Ganjar, Jumat (28/10).


Artikel ini bersumber dari www.jawapos.com.