Dendam & Isi Waktu Luang, Alasan Pelaku Tawuran yang Tewaskan 1 Orang

Dendam & Isi Waktu Luang, Alasan Pelaku Tawuran yang Tewaskan 1 Orang

JawaPos.com – Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak mengungkap motif tawuran antan geng yang baru saja terjadi di di Jembatan Suroboyo, Pantai Kenjeran, pada Minggu (23/10) lalu. Diketahui tiga remaja pelaku tawuran berhasil diamankan.

Peristiwa itu telah menewaskan seorang orang remaja 19 tahun berinisial RM yang terkena sabetan senjata tajam. Ketiga pelaku itu MRS, 18, warga Jalan Asem Jaya; MFA, 18, warga Gemblongan; dan AS, 16, warga Jalan Pacar Keling, Surabaya.

Para remaja ini diketahui punya rekam jejak sering terlibat tawuran antargeng. Mereka tak segan-segan menghabisi anggota geng lain yang dianggap musuh. Salah satu pelaku, MRS, mengungkapkan alasan dirinya tega menghabisi RM di sekitar Jembatan Suroboyo, Kenjeran.

Selain balas dendam, menurut dia, tawuran itu juga untuk mengisi waktu luang pada malam hari. “Nganggur malam hari. Nggak minum. Tawuran juga untuk konten media sosial Instagram,” kata MRS di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Para pelaku diketahui merupakan kelompok geng yang sering terlibat tawuran. Yakni, geng All Star dan Tim Gukguk. “Semua yang kita tangkap sudah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kasat Reskrim AKP Arief Ryzki Wicaksana seperti dikutip Radar Surabaya.

Korban RM tewas bersimbah darah setelah dikeroyok oleh sekelompok diduga geng Aliansi All Star di kawasan Jalan Pantai Kenjeran Surabaya.

Ketiga pelaku pengeroyokan semuanya masih berstatus pelajar. Selain mengamankan tiga pelaku, polisi juga menyita barang bukti, video saat kejadian pengeroyokan, baju yang digunakan korban, satu unit ponsel milik tersangka yang berisi video pengeroyokan, dua celurit dengan panjang sekitar dua meter yang digunakan untuk membacok korban.

Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Arief Ryzki Wicaksana mengungkapkan, beberapa saksi mata menyebut tersangka AS, 16, warga Jalan Pacar Keling, yang pertama kali membacok korban. “Kami cari keberadaan AS. Namun, yang bersangkutan sempat berkelit tidak melakukan tawuran di Jembatan Suroboyo,” kata AKP Arief Ryzki Wicaksana.

Belakangan remaja 16 tahun itu sempat sembunyi di rumah saudaranya di kawasan MERR, Surabaya. Setelah dicokok polisi, AS pun mengaku menyabet korban terlebih dulu hingga senjatanya jatuh, kemudian diambil, dan digunakan untuk melukai korban. “Setelah korban terkapar, mereka meninggalkan korban di jalan,” papar AKP Arief.

Editor : Mohamad Nur Asikin


Artikel ini bersumber dari www.jawapos.com.