Dorong Kontel Lokal Bersaing dalam Ekosistem Digital

Dorong Kontel Lokal Bersaing dalam Ekosistem Digital

JawaPos.com – Pelaku Industri kreatif terus berkembang. Karya-karya para kreator lokal itu kerap bersaing di platform digital. Mereka diharapkan dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Sebab, Indonesia merupakan negara besar yang memiliki 270 juta penduduk.

Hal itu menjadi modal besar bagi pelaku industri kreatif untuk terus berkarya. Kesempatan untuk mengembangkan dan memasarkan produk kreatif itu terbuka luas. Apalagi kini ekosistem digital terus berkembang.

Sejauh ini dalam ekosistem digital, industri kreatif yang berkembang adalah games dan e-sport. Kedua sisi itu sangat bergantung pada operator telekomunikasi. Nah, Indonesia pun memiliki BUMN yang bertugas sebagai operator telekomunikasi.

Menurut Menteri BUMN Erick Thohir, ekosistem digital saat ini sudah terbangun lewat industri kreatif, seperti game dan e-sport. Semua itu tidak lepas dari peran dari Telkomsel. Dengan peran Telkomsel itu, Erick mendorong kreator dan konten lokal untuk terus berkarya.

“Keberpihakan tersebut bukan lantas mematikan konten asing atau memusuhi konten asing yang masuk ke Indonesia. Indonesia sudah menganut ekonomi terbuka, tapi harus diseimbangkan. Jangan sampai bangsa Indonesia hanya sebagai konsumen dari kreator atau konten asing,” ujar Erick pada penutupan Dunia Games Con (DG Con) 2022, Minggu (30/10).

Erick berpendapat, sejatinya Indonesia sudah mampu memproduksi konten lokal. Dia mencontohkan pada industri film. Dari lima film produksi putra-putri terbaik Indonesia, setidaknya sudah ditonton 27,1 juta penonton. Jumlah tersebut merupakan di atas film Hollywood yang mencapai jumlah 22,1 juta penonton.

Dengan jumlah penonton yang signifikan tersebut, bangsa Indonesia dapat bersaing dalam membuat konten-konten yang berkualitas. Kementerian BUMN terus mendorong tumbuhnya konten-konten lokal yang berkualitas. Contohnya memberikan penghargaan pada musik dangdut di Indonesia.

Erick mengingatkan waktu bagi bangsa Indonesia menjadikan popular culture sangat terbatas, yakni pada 2038. Jika waktu tersebut terlampaui, maka bangsa Indonesia akan kehilangan momentum.

Pada kesempatan yang sama, Komisaris Utama Telkomsel Wishnutama Kusubandio memastikan anak usaha Telkom tersebut turut aktif mengembangkan industri games dan e-sport di Indonesia.

Menurut Wishnutama, Telkomsel terus berkolaborasi dan mendukung setiap individu yang terlibat serta berdedikasi untuk mengembangkan secara konsisten industri games dan e-sport di Indonesia.

“Diharapkan industri games dan e-sport di Indonesia akan terus menjadi lebih besar dengan inovasi supaya bisa bersaing. Telkomsel mendukung permintaan Kementerian BUMN agar Indonesia tak sekadar sebagai pasar, tetapi nantinya juga akan mnembangun ekosistem games,” pungkas mantan menteri pariwisata dan ekonomi kreatif itu.


Artikel ini bersumber dari www.jawapos.com.