Dorong Pemberdayaan Pemuda untuk Bangun Daerah, Gibran: Jangan Semuanya ke Jakarta

Dorong Pemberdayaan Pemuda untuk Bangun Daerah, Gibran: Jangan Semuanya ke Jakarta

Gibran menilai pemerataan pemberdayaan pemuda di tiap daerah sangat penting untuk Indonesia ke depannya.

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menggarisbawahi perlunya pemerataan pemberdayaan anak muda untuk memaksimalkan potensi ekonomi di daerah. Hal itu disampaikan Gibran ketika jadi panelis topik ketenagakerjaan pemuda di acara Gaung Muda Indonesia Y20 Solo, Jumat (28/10).

“Jangan semuanya ke Jakarta, perlu ada yang mengoptimalkan potensi ekonomi di daerah. Harus ada ide dan inovasi yang memberdayakan pemuda untuk bisa membangun daerahnya juga,” tutur Gibran.

Gibran juga berharap forum Y20 ini memberi ruang bagi pemuda dalam mengembangkan gagasan yang relevan, baik di forum global maupun dalam konteks lokal kedaerahan.

Gibran Tinjau Penataan Koridor Ngarsopuro, Bakal Malioboro-nya Kota Solo

Diketahui, Gaung Muda Indonesia Y20 Solo dibuka sebagai wadah berbagai ide inovatif dari anak muda Indonesia.

Kegiatan ini diisi dengan presentasi ide dan gagasan dari para finalis pemuda terkait bagaimana mengaplikasikan hasil G20 dan Y20 Indonesia di komunitas, organisasi, dan daerahnya masing-masing. Beragam ide menarik ini ditanggapi, dikritisi, hingga diberikan masukan oleh berbagai panelis.

Co-Chair Y20 Indonesia 2022, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mengungkapkan harapan pemuda dunia pada kepemimpinan Indonesia di G20. Menurutnya, kepemimpinan Indonesia harus juga menunjukan eksistensi pemuda bangsa yang kini menguasai jumlah populasi di Indonesia.

“Indonesia adalah satu-satunya negara dari Asia Tenggara yang menjadi anggota G20. Tidak hanya itu, Indonesia juga menjadi negara berkembang yang pertama kalinya menjadi tuan rumah KTT G20. Kepemimpinan Indonesia di G20 harus memberi warna, khususnya dengan melibatkan para pemudanya,” kata Rahayu dalam sambutannya, Jumat (28/10).

Selain Gibran, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang juga jadi panelis, mengapresiasi salah satu gagasan delegasi “Sekoci: Sekolah Cinta Iklim”.

Emil menganggap bahwa gagasan ini dapat menjadi bagian penting untuk memulai kesadaran masyarakat terkait perubahan iklim. Dia mengajak para penggagas muda ini untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah di Jawa Timur.

“Akan saya ajak untuk berkolaborasi di Jawa Timur. Saya rasa akan sangat berdampak ya, terutama isu perubahan iklim dan keberlangsungan planet ini sangat penting,” kata Emil.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan gagasan anak muda di forum Gaung Muda Indonesia harus dijaga keberlanjutannya.

“Waktu seumuran mereka, saya belum tentu bisa seperti mereka. Jadi saya rasa ajang ini baik untuk meningkatkan partisipasi anak muda dalam menyukseskan agenda G20,” pungkas Bima.

Untuk informasi, Indonesia terpilih menjadi tuan rumah pertemuan negara-negara anggota G20 dan pertemuan pemuda G20 yang dikenal dengan Youth 20 (Y20) pada 2022. Terdapat empat bidang prioritas yang akan diusung dalam acara internasional ini, yakni ketenagakerjaan pemuda, transformasi digital, planet yang berkelanjutan dan layak huni, serta keberagaman dan inklusi.

Kehadiran Y20 Indonesia di Solo sebagai acara nasional bagi para pemuda bertujuan mendekatkan pemimpin-pemimpin inovatif dengan para pemuda yang memiliki gagasan-gagasan brilian.

Harapannya, forum nasional ini akan melahirkan pemimpin muda berikutnya, serta membuka jaringan dan kolaborasi kaum muda dengan para pengambil keputusan di pemerintah dan swasta.

Ditemui Giring PSI, Gibran Tegaskan Tetap Fokus untuk Kota Solo


Artikel ini bersumber dari www.jitunews.com.