Irwandi Yusuf, Pentolan GAM Terjerat Korupsi Bebas dari Penjara

Irwandi Yusuf, Pentolan GAM Terjerat Korupsi Bebas dari Penjara

Jakarta, CNN Indonesia

Mantan Gubernur Aceh yang juga terpidana kasus korupsi Irwandi Yusuf resmi dikeluarkan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, kemarin, Selasa (25/10).

Irwandi disebut memenuhi persyaratan untuk mendapat program Pembebasan Bersyarat (PB) sebagaimana diatur dalam Pasal 10 Undang-undang (UU) Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.

Dia disebut telah berkelakuan baik, aktif mengikuti program pembinaan, dan telah menunjukkan penurunan tingkat risiko.

Irwandi juga telah menjalani masa pidana paling singkat 2/3 dengan ketentuan 2/3 masa pidana tersebut paling sedikit sembilan bulan.

“Dikeluarkan dari Lapas dengan program pembebasan bersyarat,” ujar Kabag Humas dan Protokol Ditjen Pemasyarakatan (PAS) Kemenkumham Rika Aprianti kepada CNNIndonesia.com, Rabu (26/10).

Status Irwandi saat ini berubah dari narapidana menjadi klien pemasyarakatan. Irwandi masih diwajibkan untuk mengikuti bimbingan dari Balai Pemasyarakatan (Bapas).

“Apabila dilanggar maka hak bersyaratnya bisa dicabut dan sisa pidananya harus kembali dijalankan di Lapas,” terang Rika.

Irwandi merupakan terpidana kasus korupsi dana otonomi khusus Aceh (DOKA) tahun anggaran 2018 senilai Rp1,05 miliar dan gratifikasi senilai Rp8,71 miliar.

Dia ditangkap KPK di Pendopo Gubernur pada Selasa malam 3 Juli 2018 silam. Total uang yang disita dalam operasi tangkap tangan (OTT) itu sebesar Rp500 juta. Dia mulai ditahan KPK pada 5 Juli 2018.

Pada April 2019, Irwandi divonis dengan pidana tujuh tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider tiga bulan kurungan.

Empat bulan kemudian, Agustus 2019, Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta memperberat vonis Irwandi menjadi delapan tahun penjara setelah majelis hakim mengabulkan permohonan banding Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK.

Namun, di tingkat kasasi, Mahkamah Agung (MA) memotong vonis Irwandi kembali menjadi tujuh tahun penjara dengan denda Rp300 juta subsider tiga bulan kurungan.

KPK menjebloskan Irwandi ke Lapas Sukamiskin pada 14 Februari 2020.

Atas kasus korupsi itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memecat Irwandi dari jabatan Gubernur Aceh pada 15 Oktober 2020. Posisi dia digantikan oleh Nova Iriansyah sebagai pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh.

Irwandi adalah Gubernur Aceh pertama sejak terwujudnya perdamaian antara pemerintah RI dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada 2005 lewat perjanjian Helsinki, Finlandia.

Irwandi resmi bergabung dengan GAM di akhir pemerintahan Soeharto. Dalam wawancaranya dengan Tempo pada 2006, dia mengaku terinspirasi sebuah buku sehingga tertarik bergabung dengan organisasi pimpinan Hasan Di Tiro tersebut.

“Mungkin karena isi buku Singa Aceh yang begitu melekat di kepala, saya kemudian masuk GAM,” kata Irwandi.

Irwandi menduduki posisi sentral di GAM. Dia sempat menjabat sebagai Staf Khusus Komando Pusat Tentara GAM sejak 1998 hingga 2001. Dia juga pernah menjadi Kepala Intelijen GAM.

Sebagai Staf Khusus Komando Pusat Tentara GAM, ia pernah ditangkap pada awal 2003, kemudian divonis sembilan tahun karena kasus makar.

Irwandi terpilih sebagai Gubernur Aceh pertama pada 2006, setahun setelah Aceh resmi berada di bawah yurisdiksi pemerintah RI lewat Perjanjian Helsinki 15 Agustus 2005. Dia dilantik bersama wakilnya Muhammad Nazar pada 8 Februari 2007 oleh Menteri Dalam Negeri Mohammad Ma’ruf di hadapan 67 anggota DPR Aceh dan sejumlah pentolan GAM lain.

Kepemimpinannya berlanjut setelah memenangkan Pilgub Aceh 2017 silam. Namun, kariernya tak semulus periode sebelumnya.

(ryn/bmw)


[Gambas:Video CNN]



Artikel ini bersumber dari www.cnnindonesia.com.