News  

Kapolri Ajak Masyarakat Jaga Stabilitas Politik Tetap Kondusif

Kapolri Ajak Masyarakat Jaga Stabilitas Politik Tetap Kondusif

JawaPos.com–Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengajak masyarakat menjaga stabilitas politik tetap kondusif. Sebab, stabilitas menjadi salah satu modal bangsa menuju Indonesia Emas 2045 siapa pun pemimpinnya nanti pada Pemilu 2024.

”Karena ini menjelang tahun politik, mari hilangkan hal-hal yang bersifat polarisasi,” ujar Kapolri Listyo Sigit Prabowo seperti dilansir dari Antara di sela kunjungannya ke sejumlah ulama pengasuh pondok pesantren di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Minggu (30/10).

Kapolri di antaranya, berkunjung ke sejumlah ulama di Sarang. Salah satunya bersilaturahmi dengan Kiai Bahauddin Nursalim (Gus Baha). Kemudian, dilanjutkan ke Pondok Pesantren Kauman Lasem, Rembang, untuk bersilaturahmi dengan Kiai Muhammad Zaim Ahmad Ma’shoem (Gus Zaim) serta 50 kiai dari berbagai daerah.

Menurut Listyo, bangsa ini memiliki cita-cita menuju Indonesia Emas 2045 dan mewujudkan tujuan nasional masyarakat adil dan makmur. ”Untuk itu, Polri butuh ulama. Berbagai kegiatan, kita harus terus kerja sama untuk mendinginkan situasi,” tutur Listyo.

Dia menjelaskan, kerja sama antara polisi dan ulama sangat penting. ”Kita ingin Indonesia dijaga agar situasi keamanan ketertiban masyarakat juga tetap kondusif, termasuk stabilitas politik juga kondusif,” terang Listyo.

Kiai Muhammad Zaim Ahmad Ma’shoem, pengasuh Ponpes Kauman Rembang mengungkapkan, sebagai pemangku kepentingan masyarakat, pondok pesantren punya peran dan tugas yang sama dengan Polri.

”Polri tugas pokok fungsinya kan di bidang kamtibmas, pesantren sebagai pemangku kepentingan dari unsur masyarakat juga punya tugas sama di bidang kamtibmas. Karena keduanya sama, butuh sinergi,” ucap Gus Zaim.

Hal itu menurut dia, agar bisa menjalankan program tersebut demi mewujudkan negara aman, damai, dan sejahtera. Hal terpenting, lanjut dia, silaturahmi tetap dijaga.

”Karena akhir-akhir ini nilai-nilai silaturahmi itu agak terabaikan, dan inilah saatnya sinergi polisi dan santri,” tutur Gus Zaim.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara


Artikel ini bersumber dari www.jawapos.com.