News  

Menkes: Dokter keluarga berperan dalam deteksi dini kanker payudara

Menkes: Dokter keluarga berperan dalam deteksi dini kanker payudara

Jakarta (ANTARA) – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan dokter keluarga berperan penting dalam melakukan deteksi dini kanker payudara di masyarakat.

“Edukasi dan peran dokter keluarga sangat penting untuk memastikan para perempuan Indonesia melakukan pemeriksaan secara rutin, baik pemeriksaan payudara sendiri atau Sadari setiap bulan untuk deteksi adanya benjolan yang teraba maupun pemeriksaan di fasilitas kesehatan setiap tahun menggunakan alat mamografi bagi wanita di atas 40 tahun,” ujar Budi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu.

Menkes menambahkan, satu dari delapan perempuan berisiko mengalami kanker payudara selama hidupnya. Di Indonesia 70 persen pasien datang ke fasilitas kesehatan saat sudah terlambat dengan kanker stadium lanjut, sehingga deteksi dini sangat penting.

Baca juga: Dokter: Kanker payudara bisa dideteksi dini secara mandiri

Dengan momentum bulan kesadaran kanker payudara sedunia, dia mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengingatkan keluarganya untuk terus melakukan pemeriksaan dan berani mencari pertolongan jika menemukan benjolan pada payudara.

Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) Linda Agum Gumelar mengatakan kanker payudara menjadi ancaman yang menakutkan bagi hampir semua perempuan di dunia termasuk di Indonesia.

Hal itu sangat beralasan karena angka kejadian kanker payudara di Indonesia menduduki urutan pertama bagi perempuan terdiagnosa kanker. Berdasarkan data Globocan 2020, di Indonesia kasus baru kanker payudara merupakan yang tertinggi jumlahnya, yaitu sebesar 30,8 persen atau sebesar 65.858 perempuan per tahun (16,6 persen dari kasus baru seluruh kanker di Indonesia) dan 30,8 persen dari seluruh kasus kanker baru pada perempuan.

Baca juga: Pemeriksaan payudara untuk deteksi kanker bisa dilakukan sejak remaja

Dengan angka kematian 22.430 orang (9,6 persen) dari seluruh kematian akibat kanker di Indonesia. Berdasarkan data Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) yang mana pasien kanker payudara datang ke rumah sakit 60 hingga 70 persen dalam stadium lanjut.

“Kanker yang terlambat dideteksi, didiagnosis, dan dilakukan pengobatan akan mengakibatkan angka kesembuhan yang rendah bahkan dapat mengakibatkan kematian,” kata Linda.

Ketua Peraboi dr Walta Gautama mengatakan kanker payudara dapat dideteksi secara dini untuk meningkatkan angka kesembuhan.

Baca juga: Menkes: Seluruh provinsi miliki pendeteksi kanker payudara pada 2024

“Cara deteksi dini sederhana untuk kanker payudara adalah pemeriksaan klinis payudara dan pemeriksaan payudara sendiri. Dokter umum dan bidan berperan untuk menemukan benjolan payudara secara dini, “ kata Walta.

Pewarta: Indriani
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Artikel ini bersumber dari www.antaranews.com.

error: Content is protected !!