Pembelian Twitter Untuk “Bantu Umat Manusia”

Pembelian Twitter Untuk “Bantu Umat Manusia”

Elon Musk pada Kamis (27/10) memberitahu para pengiklan di Twitter bahwa ia membeli platform media sosial itu untuk “membantu umat manusia” dan tidak ingin Twitter menjadi “wahana tanpa aturan di mana semua orang bebas” mengatakan apapun tanpa konsekuensi.

Pesan kepada para pengiklan itu dipasangnya sehari sebelum tenggat waktu bagi Musk untuk menutup kesepakatan senilai 44 miliar dolar guna membeli perusahaan media sosial itu dan menjadikannya sebagai perusahaan pribadi.

“Alasan saya membeli Twitter adalah karena merupakan hal penting bagi masa depan peradaban ini memiliki alun-alun kota digital yang sama, di mana keyakinan dapat diperdebatkan dengan cara-cara yang sehat, tanpa menggunakan kekerasan,” cuit Musk dengan cara yang tidak biasa. Pesan yang ditulisnya kali ini panjang, padahal biasanya miliarder CEO Tesla itu biasanya memproyeksikan pemikirannya hanya dalam satu baris cuitan.

Ia melanjutkan bahwa “saat ini ada bahaya besar bahwa media sosial akan terpecah menjadi ruang gema sayap kanan dan sayap kiri yang menimbulkan lebih banyak kebencian dan memecah belah masyarakat kita.”

Pesan itu mencerminkan kekhawatiran para pengiklan – yang merupakan sumber utama pendapatan Twitter – bahwa rencana Musk untuk mempromosikan kebebasan berbicara dengan mengurangi konten yang dimoderasi, akan membuka pintu bagi lebih banyak perilaku tidak baik di dunia maya dan menyurutkan pengguna. Perilaku tidak baik di dunia maya umumkan mencakup sikap dan perilaku kasar, agresif, merendahkan pihak lain, dan memicu aksi kekerasan.

Logo Twitter terlihat di lantai Bursa Efek New York pada 29 November 2021 ini. (Foto: AP)

Batas waktu untuk menutup kesepakatan pada hari Jumat (28/10) merupakan perintah Chancery Court di Delaware awal Oktober lalu. Ini adalah langkah terbaru dalam pertempuran epik ketika Musk, yang menandatangani kesepakatan akuisisi Twitter pada April lalu, mencoba mundur dan membuat Twitter mengajukan gugatan hukum di pengadilan, menuntutnya untuk memenuhi kesepakatan itu.

Jika kedua belah pihak tidak memenuhi tenggat Jumat ini, langkah selanjutnya adalah sidang pengadilan November mendatang yang kemungkinan akan membuat hakim memaksa Musk memenuhi kesepakatannya dengan Twitter.

Namun, Musk telah memberi isyarat bahwa kesepakatan itu akan diselesaikannya pada hari Jumat. Ia mengunjungi markas besar Twitter di San Fransisco Rabu lalu (26/10 dan mengubah profil Twitter-nya menjadi “Chief Twit.” Pada Kamis siang ia meretweet foto yang menunjukkannya sedang minum kopi sambil berdialog dengan staf Twitter. [em/jm]

Artikel ini bersumber dari www.voaindonesia.com.