Positif Covid di RI Tambah 3.015, Kasus Aktif 22.743 Orang

Positif Covid di RI Tambah 3.015, Kasus Aktif 22.743 Orang

Jakarta, CNN Indonesia

Konfirmasi positif Covid-19 bertambah 3.015 kasus pada hari ini, Jumat (28/10). Dengan demikian, total kasus Covid-19 sejak awal pandemi hingga kini mencapai 6.484.764 kasus.

Pasien yang dinyatakan sembuh bertambah 1.783 kasus sehingga total menjadi 6.303.477 orang. Sementara kematian akibat Covid-19 bertambah 22 orang. Dengan demikian total meninggal menjadi 158.544 orang.

Kasus aktif Covid-19 menjadi 22.743 orang atau naik 1.210 kasus dari kemarin.

Jumlah masyarakat yang telah menerima vaksinasi Covid-19 dosis pertama yaitu 205.125.007 orang, dosis kedua 171.852.490.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan jumlah kumulatif kasus mutasi SARS-CoV-2 Omicron subvarian XBB di Indonesia bertambah menjadi empat kasus.

Rinciannya, tiga kasus ditemukan di DKI Jakarta dan satu kasus di Surabaya, Jawa Timur.

Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril menyebut satu kasus di DKI merupakan Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) dari Singapura, begitu juga pasien XBB dari Surabaya. Sementara dua kasus lainnya di DKI Jakarta merupakan transmisi lokal.

“Di DKI Jakarta ini ada tiga, yang dua non PPLN, satu adalah PPLN yang diduga dari Singapura, ternyata yang Surabaya juga dari Singapura, PPLN, dan semua pasiennya isolasi mandiri,” kata Syahril dalam konferensi pers, Rabu (26/10).

Syahril melanjutkan keempat kasus subvarian Omicron XBB tersebut merupakan perempuan berusia dewasa. Rincian usianya dari termuda yakni 29 tahun, kemudian 32 tahun, 34 tahun, dan tertua 52 tahun.

Terkait status vaksinasi Covid-19 nya, satu pasien baru menerima vaksin lengkap atau dua dosis. Sementara tiga lainnya sudah menerima vaksin booster atau dosis tambahan. Ia menilai, transmisi lokal bisa terjadi karena kemungkinan WNA dari 26 negara yang sudah melaporkan kasus XBB ini pernah melakukan perjalanan ke Indonesia.

“Untuk itu kita memperketat pintu masuk dengan harapan tidak begitu membawa sebaran kasus ke Indonesia,” kata dia.

Lebih lanjut, Syahril mengaku pihaknya belum bisa mengonfirmasi kenaikan kasus dalam beberapa hari terakhir disebabkan oleh subvarian baru ini. Sebagaimana diketahui, perkembangan jumlah kasus virus corona di Indonesia mengalami tren peningkatan dalam sepekan terakhir.

(tim/isn)


[Gambas:Video CNN]



Artikel ini bersumber dari www.cnnindonesia.com.