Rehan/Lisa Kalah Menyakitkan karena Panik, Lelah, dan Lambat Ubah Pola

Rehan/Lisa Kalah Menyakitkan karena Panik, Lelah, dan Lambat Ubah Pola

JawaPos.com-Harapan Indonesia untuk menempatkan pemainnya di final French Open 2022 tidak terwujud. Satu-satunya wakil Indonesia di semifinal, ganda campuran Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati gagal melaju ke partai puncak.

Rehan/Lisa dikalahkan ganda campuran Belanda Robin Tabeling/Selena Piek dalam rubber game dengan skor 21-17, 13-21, dan 12-21. Pertandingan yang berlangsung di Stade Pierre de Coubertin, Paris itu, berlangsung dalam tempo 57 menit.

Awalnya, semuanya berjalan mulus bagi Rehan/Lisa. Mereka tampil solid baik dalam menyerang atau bertahan. Pada game pertama, Rehan/Lisa memimpin 12-8 pasca interval. Setelah itu, ganda nomor 30 dunia itu terus menjaga keunggulan untuk menutup game pertama dalam kedudukan 21-17.

Di game kedua, Rehan/Lisa awalnya juga bermain baik. Mereka memimpin jauh dalam posisi 12-5 dan 13-7. Sayang, dalam kondisi yang sangat menguntungkan tersebut, Rehan/Lisa tiba-tiba kehilangan fokus.

Penampilan mereka menurun tajam, banyak sekali melakukan unforced error. Strategi Rehan/Lisa menjadi kacau. Mereka tidak mampu lepas dari tekanan. Kondisi ini diperparah dengan Lisa yang mengalami kesakitan pada bahu kanannya. Pemain berusia 22 tahun itu sempat mendapatkan perawatan medis.

Di sisi lain, Tabeling/Piek bangkit secara fantastis. Mereka mampu mencetak 14 poin secara beruntun. Dari tertinggal 7-13, mereka terus melaju dan berhasil menutup game kedua dalam posisi 21-13!

Di game ketiga, Tabeling/Piek yang sudah mendapatkan momentum hebat pada game kedua, tidak menyia-nyiakan kesempatan. Ganda campuran nomor 19 dunia tersebut tidak pernah kehilangan satu poin pun dan menutup pertandingan dengan skor cukup telak, 21-13.

“Sebenarnya kami tidak kalah dalam game kali ini jika saya tidak terlambat mengubah pola permainan. Saat lawan mengejar dan bisa berbalik unggul, kami seharusnya tetap tenang,” ucap Rehan dikutip dari siaran pers PP PBSI.

“Hari ini pemain cowoknya banyak cover pemain perempuannya, kami kehilangan fokus dan tampil terburu-buru.”

“Sejak semalam saya sempat berpikir untuk bisa mengolah bola terlebih dahulu dan tidak bermain terburu-buru. Ternyata hal itu baru terpikir saat akhir pertandingan,” kata Rehan lagi.

Lisa menambahkan bahwa di game pertama, permainan mereka sudah solid. Pola dan strategi yang dikembangkan berada dalam trek yang benar. Inilah yang membuat Rehan/Lisa berhasil mengambil game pertama.

Tetapi saat di game kedua, ketika lawan mulai mengejar, Lisa mengatakan bahwa dia dan Rehan mulai kehilangan fokus. Mereka menjadi sangat panik.

“Mulai dari saya dua kali bola keluar hingga pukulan Rehan keluar. Hal itu membuat kami panik dan membuat kesalahan sendiri. Sehingga, lawan bisa mengejar ketertinggalan,” ucap Lisa.

Lisa mengakui bahwa dia mengalami sedikit nyeri pada bahu bagian kanan pada game kedua. Itulah alasan mengapa dia meminta perawatan medis.

“Selain itu, saya memanggil medis untuk menenangkan suasana agar bisa berpikir sejenak. Terlebih kami tengah dalam posisi tertinggal,” ucap Lisa.

Mencapai semifinal turnamen Super 750 adalah catatan terbaik dalam karier Rehan/Lisa sejauh ini. Rehan bahagia dengan fakta tersebut. Dia mengatakan bahwa setidaknya dia bisa memberikan bukti bahwa ganda campuran Indonesia masih bisa bersinar dalam turnamen besar.

Meskipun, di sisi lain, Rehan juga mengakui bahwa mundurnya andalan Jepang Yuta Watanabe/Arisa Higashino menjadi salah satu faktor penting yang berkontribusi atas kelolosan mereka ke semifinal French Open 2022. Jika tetap bermain, besar kemungkinan Yuta/Arisa akan menghadapi Rehan/Lisa di babak 16 besar.

“Evaluasi ke depannya, kami harus punya endurance lebih kuat lagi. Di sini, kami menghadapi pertandingan ketat dan berakhir hingga larut malam. Hal itu membuat badan saya terasa lelah, sehingga lain kali harus disiapkan lagi kondisi badannya,” ucap Rehan.

“Kami boleh terpuruk di sini, tapi tidak boleh terlarut dan harus mulai melupakan dengan menatap turnamen berikutnya dengan lebih fight lagi,” tambah putra legenda ganda campuran Indonesia Tri Kusharjanto tersebut.

Setelah ini, Rehan/Lisa akan bertanding pada ajang Hylo Open yang berlangsung di Saarbrucken, Jerman, mulai 1 November. Pada babak pertama, Rehan/Lisa sudah harus menghadapi unggulan ketiga dan andalan tuan rumah Mark Lamsfuss/Isabel Lohau.

Secara head-to-head, Rehan/Lisa tertinggal 0-2 melawan calon lawannya itu. Lamsfuss/Lohau memukul Rehan/Lisa pada ajang Swiss Open 2022 dan Indonesia Open 2022. “Kami kalah dua kali. Jadi, kami harus lebih fokus lagi untuk menang melawan mereka,” ucap Rehan.

“Kami mau belajar dari kesalahan. Setelah ini kami mau recovery terlebih dahulu seusai menjalani pertandingan ketat di sini. Kami mau menjaga kesehatan dengan banyak minum vitamin dan makan teratur menghadapi turnamen berikutnya,” tambah Lisa.

Sementara itu, Tabeling/Piek akan berhadapan dengan andalan Tiongkok Zheng Siwei/Huang Yaqiong pada partai final. Secara head-to-head skor keduanya sama kuat 1-1.

Tabeling/Piek mengalahkan Zheng/Huang di babak 16 besar All England 2020. Sedangkan Zheng/Huang mengandaskan Tabeling/Piek pada fase grup Olimpiade Tokyo 2020.


Artikel ini bersumber dari www.jawapos.com.