Rusia Sebut Ukraina Hanya Ingin Memeras Negara-negara Barat

Rusia Sebut Ukraina Hanya Ingin Memeras Negara-negara Barat

Juru bicara Kemenlu Rusia mengatakan bahwa Ukraina berencana meningkatkan situasi konflik untuk memeras negara-negara Barat

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Kementerian Luar Negeri Rusia, pada Kamis (27/10) mengatakan bahwa Ukraina sedang mencoba untuk mendapatkan lebih banyak bantuan keuangan dan militer dari AS dan negara-negara Barat lainnya dengan memanfaatkan plot serangan nuklir terhadap rakyatnya sendiri.

“Mungkin salah satu alasan Kiev menggunakan pemerasan nuklir adalah untuk memeras lebih banyak bantuan keuangan Barat, termasuk sejumlah besar uang yang masuk ke rekening bank mereka sendiri, dan bantuan militer untuk melindungi diri mereka sendiri, daripada rakyat Ukraina,” kata juru bicara kementerian Maria Zakharova, kepda awak media.

Zakharova mencatat bahwa awal bulan Oktober kemarin, Presiden Ukraina Vladimir Zelensky sudah mendesak NATO untuk melakukan serangan nuklir “pencegahan” terhadap Rusia.

Korea Selatan Bantah Kirim Bantuan Senjata kepada Ukraina

“Dia bersedia memulai konfrontasi nuklir,” tegas Zakharova.

“Sekarang presiden Ukraina mengulurkan tangannya untuk senjata nuklir. Untungnya, dia tidak memilikinya,” tambahnya.

Sementara Ukraina tidak memiliki hulu ledak nuklir, Moskow menuduh pemerintah Zelensky membangun “bom kotor” dan berencana menggunakannya dalam serangan bendera palsu yang akan menargetkan warga sipil. Dengan taktik semacam itu, Ukraina ingin semua pihak menyalahkan Rusia atas insiden tersebut, sekaligus memicu peningkatan situasi konflik.

“Rezim Kiev menunjukkan kepada para pendukungnya… bahwa jika mereka tidak terus memberikan dan meningkatkan bantuan mereka, itu akan berlanjut ke Rencana B,” kata Zakharova.

“Kami mendesak negara-negara Barat untuk menggunakan pengaruhnya atas Ukraina dan memberitahu mereka untuk berbalik dari ide berbahaya dan sembrono ini dan semua tindakan yang berasal dari pemerasan nuklir. Itu bisa memiliki konsekuensi yang tidak dapat diubah, termasuk kemungkinan hilangnya nyawa warga sipil yang tidak bersalah secara massal,” lanjutnya.

AS dan sekutunya telah memberikan sekitar $42,3 miliar bantuan militer ke Ukraina, termasuk $28,3 miliar diantaranya berasal dari pemerintah Amerika Serikat. Para pemimpin Uni Eropa juga telah meminta pengiriman bantuan finansial senilai miliaran dolar kepada Ukraina untuk membantu membangun kembali negara itu.

“Pejabat Ukraina berhenti menyembunyikan keinginan mereka untuk mencari uang sejak lama, dan hanya menyambut tawaran ini,” kata Zakharova.

Elon Musk Ingin Longgarkan Kebijakan Pembatasan Konten Twiiter, Begini Reaksi Uni Eropa


Artikel ini bersumber dari www.jitunews.com.