News  

Sst.. “Harta Karun” Ini Sedang Gencar Diburu Eropa, RI Punya?

Sst.. “Harta Karun” Ini Sedang Gencar Diburu Eropa, RI Punya?

rekomendasi.co.id – Ada harta karun baru dunia yang sedang diburu Eropa. Ini adalah “lithium”.

Terbaru, perusahaan mineral berbasis di Paris, Imerys, berencana untuk mengembangkan proyek ekstraksi lithium. Rencana ini diharapkan membantu memenuhi permintaan dan mengamankan pasokan pasar kendaraan listrik Eropa yang tengah berkembang saat ini.

Dalam sebuah pernyataan, Imerys mengatakan “Proyek Emili” akan berlokasi di sebuah lokasi di pusat Prancis. Perusahaan menargetkan 34.000 metrik ton produksi lithium hidroksida setiap tahun.

Produksi dimulai tahun 2028. Imerys mengatakan tingkat produksi ini akan cukup untuk memperlengkapi sekitar 700.000 kendaraan listrik per tahun.

“Setelah berhasil diselesaikan, proyek ini akan berkontribusi pada ambisi transisi energi Prancis dan Uni Eropa (UE),” kata perusahaan itu, melansir CNBC International.

“Ini juga akan meningkatkan kedaulatan industri Eropa pada saat produsen mobil dan baterai sangat bergantung pada lithium impor, yang merupakan elemen kunci dalam transisi energi,” tambahnya.

Di samping penggunaannya di ponsel, komputer, tablet, dan sejumlah gadget lain yang identik dengan kehidupan modern, lithium sangat penting untuk baterai yang menggerakkan kendaraan listrik. Bahkan ini dijuluki “emas putih” oleh beberapa orang.

Sebelumnya, UE memang berencana untuk menghentikan penjualan mobil dan van diesel dan bensin baru mulai tahun 2035. Inggris, yang meninggalkan UE pada 31 Januari 2020, juga mengejar target serupa.

Dengan permintaan lithium yang meningkat, UE berusaha untuk menopang pasokannya sendiri. Termasuk mengurangi ketergantungan pada bagian lain dunia.

Dalam terjemahan pidato kenegaraannya bulan lalu, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan litium dan tanah jarang akan segera lebih penting daripada minyak dan gas. Selain membahas keamanan pasokan, von der Leyen juga menekankan pentingnya pemrosesan.

“Hari ini, China mengendalikan industri pengolahan global,” katanya.

“Hampir 90% … tanah jarang dan 60% lithium diproses di China,” tambahnya.

“Jadi kami akan mengidentifikasi proyek-proyek strategis di sepanjang rantai pasokan, mulai dari ekstraksi hingga pemurnian, dari pemrosesan hingga daur ulang .. Dan kami akan membangun cadangan strategis di mana pasokan berisiko,” tegasnya.

Sementara itu, dalam data Kemenko Kemaritiman, RI memiliki sejumlah potensi lithium. Di antaranya di Bangka Belitung dan Aceh dengan catatan perlu survey lebih terinci.