Titip Jual ke Teman, 24 Kilogram Emas Hilang

Titip Jual ke Teman, 24 Kilogram Emas Hilang

Lim Melina berbisnis emas dengan Eksi Anggraeni. Selain membeli, Melina titip jual emas ke temannya itu. Namun, saat titipan emas yang berjumlah 24 kilogram diminta, Eksi tidak bisa menyerahkan semuanya.

MELINA mulai tertarik berbisnis emas dengan Eksi Anggraeni karena mendengar informasi dari notaris Devi Chrisnawati bahwa harga belinya lebih murah daripada pasaran. Sebab, emas yang ditawarkan Eksi adalah barang lelang. Awalnya dia membeli 2 kilogram emas pada 2018. Emas yang dibelinya dikirim Eksi sepekan setelah Melina mentransfer pembayaran.

Transaksi jual beli emas itu berlanjut. Melina kembali memesan emas ke Eksi. Kali ini jumlahnya lebih besar. ’’Lim Melina mulai membeli emas lokal 24 karat seberat 15 kilogram yang berasal dari terdakwa Eksi dengan harga Rp 535 ribu per gram. Total transaksi Rp 8 miliar,’’ ujar jaksa penuntut umum Rakhmad Hari Basuki saat menyidang terdakwa Eksi di Pengadilan Negeri Surabaya.

Uang pembayaran ditransfer Melina ke rekening Eksi. Namun, dari 15 kilogram emas yang dibelinya itu, Melina hanya mengambil 1 kilogram untuk dijual di toko emas miliknya. Lainnya seberat 14 kilogram dititipkan kepada Eksi untuk dijual lagi.

Melina mau titip jual karena Eksi menjanjikan keuntungan Rp 30 ribu per gram yang berarti seluruhnya Rp 240 juta. Eksi kemudian memberi Melina cek senilai Rp 7,4 miliar sebagai jaminan emas yang dititipkan kepadanya.

Setelah itu, Melina kembali menitipkan emas London seberat 8 kilogram yang dibelinya dari Tan Tun Ping seharga Rp 4,5 miliar untuk dijualkan oleh Eksi. Transaksi antara Melina dan Eksi masih berlanjut. Melina kembali membeli 4 kilogram dan 3 kilogram emas London dan menitipkan jual kepada Eksi.

Dengan begitu, emas London yang dititipkan Melina kepada Eksi sebanyak 15 kilogram. Sebagai gantinya, Eksi kembali memberi cek Rp 9 miliar.

Belakangan, hanya 5 kilogram emas yang diserahkan Eksi selama transaksi dengan Melina. Masing-masing 1 kilogram saat transaksi 15 kilogram emas. Setelah itu, Eksi menyerahkan 2 kilogram emas sebanyak dua kali. ’’Padahal, uang yang sudah ditransfer Melina setara dengan 31 kilogram emas,’’ katanya.

Melina lantas meminta Eksi menyerahkan emas-emas yang dititipkannya. Namun, Eksi tidak dapat menyerahkannya. Melina kemudian memaksa terdakwa Eksi untuk menandatangani surat pernyataan yang menerangkan bahwa terdakwa membeli 31 kilogram emas seharga Rp 17,5 miliar.

Eksi juga menyerahkan cek senilai itu kepada Melina. ’’Cek tersebut tidak dapat dicairkan karena ditolak bank lantaran dana tidak cukup,’’ ujarnya.

Jaksa Hari mendakwa Eksi telah menipu Melina dan menggelapkan emas-emas itu. Pengacara terdakwa Eksi, Femmy Fitria Ferdinandus, berkeberatan dengan dakwaan jaksa. Menurut dia, emas-emas itu sudah diserahkan kliennya kepada Melina.

’’Ini proses jual beli yang sebenarnya masuk ke ranah perdata. Menurut klien saya, sejauh ini barangnya sudah dikirim. Hanya, selisihnya yang mungkin tidak sesuai,’’ kata Femmy.


Artikel ini bersumber dari www.jawapos.com.