Tragedi Halloween, 149 Tewas di Korea Akibat Sesak, Serangan Jantung

Tragedi Halloween, 149 Tewas di Korea Akibat Sesak, Serangan Jantung

JawaPos.com–Sebanyak 100 ribu orang tumpah ruah di sebuah distrik hiburan di Itaewon, Yongsan-gu, pusat Kota Seoul untuk merayakan pesta Halloween. Massa yang datang terlalu penuh, bentrokan massa tak dapat dihindari. Mereka berdesak-desakan, kesulitan bernapas, dan terkena serangan jantung.

Alhasil, dalam tragedi itu sebanyak 149 tewas, 78 terluka di tengah lonjakan kerumunan menurut otoritas kebakaran pada pukul 05.00 pagi pada Minggu (30/10).  Pemadam kebakaran mulai menerima laporan pasien yang mengalami kesulitan bernapas pada pukul 10.22 malam tadi, Sabtu (29/10).

Dari 149 orang yang meninggal, 101 dirawat di rumah sakit. Sebanyak 45 mayat yang tersisa disimpan di lokasi dan kemudian dipindahkan ke gimnasium dalam ruangan serbaguna di dekatnya.

”Mengidentifikasi almarhum diperkirakan akan memakan waktu,” kata petugas pemadam kebakaran seperti dilansir dari Korea Herald, Minggu (30/10).

Sebagian besar yang tewas berusia 20-an. Para pejabat memperkirakan bahwa jumlah korban akan terus meningkat sepanjang hari. Para pejabat mengkonfirmasi bahwa dua orang asing tewas dan 15 orang asing terluka.

”Tidak ada laporan terkait narkoba yang dikonfirmasi,” kata Kepala divisi kriminal Kepolisian Yongsan Choi Eul-cheon.

Kejadian itu berawal pada semalam pukul 10.38 malam. Sebanyak 848 personel, termasuk 364 petugas pemadam kebakaran, dikerahkan untuk menangani tragedi itu dan 142 ambulans dikerahkan.

Serangan Jantung dan Sesak

Saking penuhnya orang, sekitar pukul 11.30 malam, petugas penyelamat melakukan CPR pada puluhan orang yang pingsan di dekat Hotel Hamilton di Itaewon. Mereka mengalami sesak. Laporan awal mengatakan ada sekitar 50 pasien yang mengalami serangan jantung di tempat kejadian.

Mereka yang hadir merayakan Halloween tanpa masker dan langkah-langkah jarak sosial sejak awal pandemi Covid-19.

Menyusul laporan insiden tersebut, Presiden Yoon Suk-yeol mengatakan semua kementerian dan lembaga terkait, yang dipimpin menteri administrasi publik dan keamanan, harus melakukan segala upaya untuk segera memberikan bantuan kepada para korban. Presiden juga menyerukan langkah-langkah keamanan untuk menghadapi keadaan darurat yang dapat dipicu pada acara Halloween yang berlangsung di seluruh negeri.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Marieska Harya Virdhani


Artikel ini bersumber dari www.jawapos.com.